Pontianak — Seorang mahasiswa IAIN Pontianak menyampaikan keresahannya terkait keberadaan House Musik Kenzo yang berada dalam satu area dengan Hotel MyHome Pontianak, tepat di seberang Jalan WR Supratman. Lokasi tempat hiburan malam tersebut hanya beberapa langkah dari lingkungan kampus dan juga berdekatan dengan SMP Negeri 10 Pontianak. Ia menilai keberadaan bar dan house musik di kawasan pendidikan berpotensi memberi dampak negatif bagi mahasiswa maupun pelajar.
Mahasiswa berinisial R itu mengungkapkan bahwa sejak fasilitas hiburan tersebut beroperasi, suasana di sekitar kampus terasa berubah.
“Lingkungan kampus jadi berbeda. Aktivitas malam di sekitar house musik kadang membuat kami, terutama mahasiswa baru, merasa kurang nyaman,” ujarnya kepada wartawan, Selasa.
Menurutnya, keberadaan tempat hiburan di area publik yang dekat dengan kampus dapat memengaruhi kondisi sosial mahasiswa, terutama mereka yang masih rentan terhadap pengaruh lingkungan.
“Banyak mahasiswa tinggal jauh dari orang tua. Lingkungan kampus seharusnya mendukung proses belajar, bukan memunculkan godaan atau aktivitas yang tidak selaras dengan nilai akademik,” tambah R.
Ia juga menuturkan bahwa sejumlah mahasiswa pernah mengeluhkan persoalan keamanan dan kenyamanan, terutama akibat arus keluar-masuk pengunjung fasilitas hiburan tersebut pada malam hari. Kondisi itu membuat sebagian mahasiswa merasa canggung ketika harus pulang atau melintas di sekitar lokasi.
R semakin khawatir karena keberadaan fasilitas hiburan malam yang begitu dekat dengan kampus berpotensi membawa pengaruh kurang baik bagi generasi muda.
“Kami khawatir aktivitas hiburan seperti itu tidak sesuai dengan lingkungan akademik dan bisa berdampak negatif bagi mahasiswa,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah dan pihak kampus melakukan evaluasi tata ruang di kawasan sekitar IAIN Pontianak untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap terjaga.
“Kampus seharusnya berada di lingkungan yang mendukung proses menimba ilmu, bukan berdampingan dengan fasilitas yang berpotensi membawa dampak negatif bagi mahasiswa,” tutupnya.
Di tempat terpisah, Rektor IAIN Pontianak saat dimintai tanggapan mengenai keluhan tersebut hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp.
“No comment,” tulisnya kepada awak media, Selasa (9/12).
Sementara itu, pandangan publik di kawasan pendidikan meminta pemerintah daerah mengevaluasi izin operasional bar dan hotel yang berdiri dekat sekolah dan kampus. Mereka menilai keberadaan tempat hiburan dan penginapan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan belajar serta tidak sesuai dengan karakter kawasan pendidikan.
Warga berharap pemerintah segera meninjau ulang izin usaha, memperketat aturan zonasi, dan meningkatkan pengawasan agar lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.
(*)







