Jakarta – TransOne.ID 10 Desember 2025, Bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia, FORIS KATALIS merilis single terbaru berjudul “Wahai”, sebuah karya reflektif yang memadukan keprihatinan, doa, dan harapan. Lagu ini lahir dari pergulatan batin seorang manusia yang menyaksikan kekerasan, ketidakpedulian, dan kelelahan emosional yang terus menggerogoti empati.
“Wahai” ditulis oleh Felix Iwan Wijayanto, pencipta dan otak kreatif di balik FORIS KATALIS, sebuah proyek musik reflektif yang menyoroti kemanusiaan, spiritualitas, dan perjalanan batin manusia. Untuk pertama kalinya dalam rilisan FORIS KATALIS, lagu ini dibawakan oleh Fahmi Jun sebagai vokalis utama. Suara Fahmi yang lembut dan jujur membawa kedalaman emosional yang memperkuat pesan inti lagu ini, menjadikannya terasa semakin dekat dan menggugah.
Dalam “Wahai”, FORIS KATALIS menggambarkan bagaimana hati manusia dapat meredup oleh gelapnya realitas. Namun di titik paling rapuh itulah, “Wahai” menjadi seruan yang tidak berteriak melainkan berbisik. Bisikan dari hati yang hampir padam, namun tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan setiap langkah kita.
Lagu ini terinspirasi dari pemandangan bulan dan malam yang kerap menjadi saksi bisu peristiwa- peristiwa kemanusiaan. “Wahai” dibuka dengan lirik atmosferik: “Wahai bulan, mengapa masih pantulkan sinar mentari malam ini… Sedang hatiku dingin, dingin semakin beku.” Baris-baris berikutnya mengangkat keresahan mendalam atas kekejaman yang tak kunjung berhenti, serta ketidakpedulian yang makin normal di tengah masyarakat: “Karna kekejaman tak kunjung mati, Karna kekerasan masih datang lagi, Karna manusia saling tak peduli…” Namun lagu ini tidak berhenti dalam kegelapan. “Wahai” mengalir menuju doa yang penuh ketulusan sebuah permohonan agar hati kembali diterangi, agar semangat kembali berkobar, dan agar kepedulian tidak lenyap dari diri manusia: “Wahai Tuhan, terangi lagi hatiku… Agar pada sesama kembali ku peduli.”
Dibalut dengan nuansa pop-reflektif khas FORIS KATALIS, “Wahai” menghadirkan atmosfer gelap yang perlahan memudar menuju cahaya. Aransemen minimalis dan dinamika vokal Fahmi Jun membuat lagu ini terasa seperti ruang hening di antara hiruk pikuk dunia. Pemilihan tanggal rilis 10 Desember bukan tanpa alasan. “Wahai” adalah refleksi personal sekaligus undangan universal: ajakan untuk kembali melihat sesama sebagai sesame bukan musuh, bukan beban, bukan latar belakang yang kita abaikan.
Bagi FORIS KATALIS, “Wahai” bukan sekadar lagu, melainkan titik hening yang membuka mata: bahwa meski dunia terasa kejam, cahaya kecil tetap berarti, dan doa adalah keberanian untuk percaya kembali. “Wahai” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital mulai hari ini.
(Ysf)










